Perspective

Disaat saya sedang membersihkan kamar mandi di kamar saya, saya merasa sangat “jijik” melihat berbagai tempat shampoo dan sabun yang diselimuti oleh lumut yang mulai bertumbuh menjadi bagian dari botol-botol shampoo dan sabun tersebut.

Walaupun isi dari botol-botol tersebut masih utuh dan masih dapat digunakan, lumut-lumut tersebut membuat saya enggan untuk menggunakannya dan saya lebih memilih untuk membeli peralatan mandi yang baru yang terlihat lebih bersih lalu membuang yang lama.

Dari kejadian ini saya menyadari suatu hal bahwa kita seringkali memaknai suatu hal dari penampilan yang terlihatnya saja di dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan penampilannya saja kita merasa bahwa kita sudah mengetahui bagaimana isi dalamnya dan kita memutuskan menunjukkan sikap kita yang enggan. Hal ini berlaku disaat kita berinteraksi dengan manusia lain ataupun dengan persoalan-persoalan hidup kita.

Kita menilai orang lain dengan penampilan mereka, ataupun dari perilaku-perilaku yang ia tunjukkan. Jika kita tidak menyukai apa yang ia lakukan, kita akan menilai kepribadiannya buruk dan mempertanyakan , “kenapa ada orang seperti itu?!”.

Begitu juga halnya dengan persoalan kehidupan kita. Disaat situasi yang sedang terjadi diluar kendali kita dan menyebabkan permasalahan di dalam kehidupan kita, sikap yang akan kita tunjukkan adalah mengeluh terhadap masalah yang sedang terjadi ataupun menghindar dan merasa bahwa masalah ini terlalu berat dan merupakan beban di dalam kehidupan kita.

Guys, pernah ga sih terlintas di benak kalian kalau sebenarnya perspektif kita lah yang menentukan bagaimana kita menyikapi dunia ini?

Kita terkadang terbiasa untuk menilai sesuatu hanya sekasat mata kita, dan sejujurnya itu lah yang membuat kita melihat kehidupan ini terkadang sebagai sebuah beban atau penyesalan.

Saya percaya bahwa jika dapat menggali esensi dari setiap hal, kita akan menjadi orang yang sangat beruntung dan bersyukur dalam setiap persoalan yang kita hadapi.

Seperti botol-botol sabun yang sudah berlumut tadi, kita hanya melihat hal tersebut sebagai sebuah kejijikan padahal kita dapat mengevaluasi diri kita bahwa ternyata kita harus lebih rajin untuk membersihkan botol-botol tersebut dan menaruhnya di tempat yang tidak terkena air.

Begitu juga dengan penilaian kita terhadap orang lain. Terkadang kita hanya men-judge orang tersebut padahal sebenarnya apakah kita bertanya kenapa orang tersebut bisa berperilaku seperti itu? Apakah ada kejadian di masa lalu yang mempengaruhi kepribadiannya?

Bagaimana dengan permasalahan atau persoalan di dalam kehidupan kita? Apakah pernah terlintas di benak kalian mengenai apa sih yang saya dapat pelajari dari permasalahan tersebut? Apa yang harus saya kembangkan dalam diri saya? Apakah ada perilaku atau prinsip yang harus saya ubah?

“If you look the right way, you can see that the whole world is a garden.”
Frances Hodgson Burnett, The Secret Garden

Disaat kita menelaah dan mempertimbangkan perspektif apa yang dapat saya gunakan, kita akan melihat setiap hal yang ada di dalam kehidupan kita sebagai peluang untuk kita belajar, peluang untuk kita membenahi diri kita, dan belajar untuk memiliki pertimbangan yang benar dalam melihat suatu hal.

Perspective is everything.

“Most misunderstandings in the world could be avoided if people would simply take the time to ask, “What else could this mean?”
Shannon L. Alder

d1fff2ddaa4852b25ee4153e85f66d3e

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s